Terarium merupakan biosfer buatan yang paling alami karena fungsi biologis yang terjadi dalam terarium pun mirip dengan yang terjadi di alam. Sehingga terarium dapat juga dijadikan laboratorium biologi mini. Media terarium bukan hanya sebatas pada akuarium, wadah plastik transparan, namun juga bisa botol bekas berwarna putih. Terarium akan menampilkan taman miniatur dalam media kaca.
Pada perkembangannya, terarium diklasifikasikan menjadi tiga yakni :
Terarium Udara Terbuka : Adalah terarium tanpa penutup (terbuka) pada bagian atas. Para hobies memilih konsep ini karena sangat mudah digunakan dan dirawat. Selain itu pembuatannya tidak memerlukan waktu yang lama dan hasilnya sangat memuaskan.
Terarium Tertutup : Kebalikan dari terarium terbuka, semua bagiannya tertutup rapat. Konsep ini memang agak sulit perawatan dan pembuatannya. Jika Anda memilih konsep ini, Anda harus jeli memperhatikan perbandingan air dan sinar matahari yang dibutuhkan tanaman. Jika tidak, tanaman hias kesayangan anda akan kering dan mati. Terarium jenis ini biasanya memiliki bagian atas yang kecil untuk meletakkan tanaman dan material lainnya di dalam terarium.
Terarium Binatang : Ini mungkin sangat digemari kalangan pecinta binatang kecil. Terarium jenis ini digunakan untuk meletakkan fauna favorit semisal ular, kura-kura Brazil, iguana, hingga katak. Terarium ini sebagai miniatur yang sebenarnya di alam bebas dengan memindahkannya ke media kaca yang menarik.
Jenis tanaman yang diletakan didalam wadah kaca yang ukurannya terbatas dan memiliki biosfer yang unik, pemilihan tanaman harus disesuaikan dengan kondisi wadah yang serba terbatas. Jenis tanaman yang sering dipilih adalah kaktus, edelweiss, sansiviera, bromelia serta sukulen.
sumber http://www.whatzups.com/